Supiah Dipercayai Jelmaan Nyi Blorong dan Simbol Malapetaka Part 3

Nama Supiah sekarang ini menjadi buah bibir. Ada yang meragukan namun tak sedikit juga yang mempercayai. Nenek yang dipergoki duduk mengambang di laut Pelawangan, Grajagan, Banyuwangi itu dipercaya disusupi penghuni laut selatan dan bahkan kehadirannya bisa menimbulkan musibah.

Pandangan itu diungkap Mbah Syaid, tokoh yang dituakan dari Kecamatan Genteng, Banyuwangi. Menurut pria yang mampu melakukan peneropongan secara gaib ini, Supiah sejatinya adalah perempuan berkepala manusia berbadan ular. Atau biasa disebut oleh masyarakat Jawa selama ini sebagai Nyi Blorong.

“Makhluk halus yang dikenal kejam itu sudah lama ada di dalam tubuh Supiah. Supiah itu sejatinya Nyi Blorong,” ungkapnya kala ditemui detiksurabaya.com di rumahnya, Kamis (14/5/2009).

Dijelaskan juga, tujuan Supiah ke laut bukan untuk mencari anaknya saja. Tapi meminta bantuan sesama makhluk halus, akibat pemukiman mereka (makhluk halus) di Gunung Tumpang Pitu rusak akibat penambangan emas. Sebab itu pula, sudah mulai ada tanda-tanda jika permintaan Supiah direspon oleh rekan-rekannya di laut selatan.

“Tak akan lama lagi akan ada goro-goro (masalah) yang berawal dari tambang emas, penghuni laut selatan dan Alas Purwo mulai turun gunung,” jelas dia seakan memperingatkan. Apalagi sebelumnya Supiah mengaku berasal dari Gunung Tumpang Pitu. Padahal dia sehari-harinya tinggal di Dusun Selorejo Desa Temurejo Kecamatan Bangorejo.

Pernyataan serupa juga disampaikan Syueb Akbar, sesepuh Pesisir Grajagan. Laki-laki yang terkenal dekat dengan para penunggu laut Grajagan itu, mengaku, jika dirinya sudah ditemui Ki Ageng Wilis, penunggu Gunung Tumpang Pitu.

Dalam pertemuannya itu, Ki Ageng Wilis yang dulunya penunggu laut Pelawangan tersebut mengingatkan, jika akan ada masalah besar akibat adanya tambang emas.

“Ki Ageng Wilis bertemu dengan saya, beliau sesaat turun dari kudanya, bilang jika dalam waktu dekat akan ada marabahaya yang disebabkan dari tambang emas,” ungkap Syueb kala ditemui di rumahnya.

%d bloggers like this: