Penyebaran Kanker

Petunjuk Baru Cara Kanker Menyebar

Jumat, 29 September 2000

PARA peneliti selama dibingungkan oleh pertanyaan mengenai bagaimana sesungguhnya mekanisme penyebaran kanker.  Sebuah penelitian kemungkinan besar telah menemukan sebagian dari kunci jawaban di atas.  Mereka menemukan mekanisme yang mengendalikan jalannya sel dalam aliran darah, atau peredaran sel, yang mungkin bertanggung jawab atas penyebaran sel kanker di sekitar tubuh.

Peredaran sel sesungguhnya merupakan sebuah proses yang penting dan normal, namun kemungkinan juga bertanggung jawab atas metastasis, atau penyebaran dari sel-sel kanker, dimana sel-sel tersebut berpindah dengan tujuan yang sangat terarah dari tempat tumor primer (asal) ke lokasi sekunder. Misalnya ke organ paru-paru dalam kasus kanker kulit, tampaknya sel melanoma sudah terprogram untuk berpindah dengan sendirinya ke paru-paru.

Prof. Daniel Hammond dan tim peneliti dari University of Pennsylvania dan Cornell University di AS, menunjuk molekul yang mereka namakan ?Molekul Goldilocks? yang mengikat sel-sel darah pada dinding pembuluh darah vena dan arteri, tidak terlalu kuat dan tidak terlalu lemah, namun dengan daya rekat yang cukup untuk menjaga agar tidak keluar dari aliran darah.

Peredaran sel dimulai dengan daya rekat yang berputar, dimana sel-sel darah yang mengalir melalui pembuluh darah beristirahat secara berkala ketika molekul pada permukaan membentuk ikatan sementara dengan molekul Goldilock darah yang mengikat pembuluh darah.

Prof. Hammond menyamakan proses peredaran sel dengan penggunaan kode pos pada surat-surat yang dikirim langsung untuk daerah yang berbeda. ?Peredaran sel darah pada jaringan merupakan hal yang krusial bagi fungsi respon kekebalan tubuh yang tepat.  Peradangan, fungsi limfosit dan melengkapkan kembali sumsum tulang setelah transplantasi semua tergantung pada hal itu.?

Ia memperkirakan bahwa penemuan tersebut mungkin berguna bagi Human Genome Project, karena mereka membantu menjelaskan hubungan antara struktur dan fungsi molekul, yang akhirnya menjelaskan bagaimana molekul bekerja, sebagaimana halnya menawarkan proses baru yang potensial dalam mencegah penyebaran kanker.

Sumber:  Satumed.com, Satunet


Penemuan Penting Untuk Kanker Payudara

Rabu, 18 Oktober 2000

LEBIH dari separuh wanita yang dirawat karena mengidap kanker payudara menderita kekambuhan.  Dan para dokter seringkali tidak bisa meramalkan secara tepat, wanita mana yang akan menderita kekambuhan kembali dari penyakitnya tersebut.  Kini para ilmuwan Italia telah membuat suatu penemuan yang dapat membantu lebih banyak wanita untuk selamat dari kanker payudara.

Hasil penelitian awal dari Dr. Pier Francesco Ferrucci, seorang ahli spesialis kanker di European Institute of Oncologist di Milan, Italia, menunjukkan bahwa suatu kunci untuk mengenali para wanita yang penyakit kankernya memiliki kemungkinan untuk kambuh, mungkin adalah sebuah protein yang disebut maspin, yang diproduksi oleh sel-sel di payudara.

Dia menemukan bahwa para wanita yang memiliki kadar maspin yang tinggi di dalam sumsum tulangnya, cenderung bebas dari penyakit tersebut selama 2 tahun, sementara mereka yang memiliki konsentrasi maspin yang rendah memiliki kemungkinan yang lebih besar untuk kambuh kembali.

Sebelumnya, para ilmuwan memang telah menemukan bahwa maspin tampaknya dapat menghalangi pertumbuhan tumor ketika kanker payudara mulai terbentuk, kemungkinan dengan menghalangi pertumbuhan pembuluh-pembuluh darah yang memberi makan pada sel-sel kanker.  Tetapi penelitian baru ini merupakan langkah yang lebih maju dengan menemukan kadar maspin yang rendah juga terkait dengan pertumbuhan penyakit ini pada mulanya.

Efek maspin terutama kuat pada para wanita dengan penyakit kanker yang berat, dimana kanker telah menyusupi 20 kelenjar getah bening atau lebih. Dari 10 wanita yang masuk dalam kategori tersebut, sebanyak 8 orang memiliki maspin dalam sumsum tulangnya, dan 2 orang yang lain tidak ada.  Dua tahun setelah diagnosa tersebut, 8 pasien tersebut tidak ada yang kambuh penyakitnya, sedangkan dua pasien yang lain mengalami kekambuhan. Seorang menjadi menderita kanker hati, dan yang lain kanker paru-paru.

Sumber:  Satumed.com, Satunet


Kendati kanker pada anak cukup jarang, namun hingga kini kanker darah (leukemia) menduduki peringkat tertinggi kanker pada anak. Bila terdeteksi sejak awal, leukemia bisa sembuh kok. – Tips – Kesehatan – Media Raharja – PT. Jasa Raharja Persero – Informasi Keselamatan Perjalanan – PT. Jasa Raharja Persero – Indonesia

Website Perusahaan

tentang kami | hubungi kami | sitemap

Beranda | Login Anggota | Extranet

%d bloggers like this: