Keajaiban Apel

SEMUA BERITA TENTANG APEL ________________________________________ Apel Menurunkan Risiko Stroke Jumat, 30 Juni 2000 STROKE atau apopleksia serebri adalah merupakan keadaan yang disebabkan oleh gangguan peredaran darah otak. Stroke sendiri kita bagi dua berdasarkan penyebabnya yaitu stroke trombotik dan stroke hemoragik. Stroke trombotik disebabkan oleh gumpalan darah yang mengganggu kelancaran sirkulasi darah otak sedangkan stroke hemoragik disebabkan oleh pecahnya pembuluh darah sehingga terjadinya perdarahan di otak. Kedua jenis stroke ini pada akhirnya menyebabkan kerusakan karena jaringan tidak cukup mendapat pasokan darah yang kaya oksigen. Penelitian yang pernah dilakukan terdahulu melaporkan adanya hubungan antara jumlah yang diterima dari flavonoids, kelompok antioksidan yang termasuk quercetin, dalam menurunkan risiko beberapa penyakit kronis. Menurut hasil penelitian, pria yang terkena stroke selama periode 28 tahun sebelumnya mengkonsumsi quercetin 3,57 mg/ hari sedangkan pria yang tidak menderita stroke mengkonsumsi quercetin 3,68 mg per hari. Wanita yang mengalami stroke mengkonsumsi quercetin 4,09 mg per hari sedangkan wanita yang tidak terkena stroke mengkonsumsi quercetin 4,07 mg per hari. Meskipun “hasilnya menyatakan bahwa konsumsi apel berhubungan dengan turunnya risiko stroke trombotik ,” penulis penelitian menuliskan, “hubungan ini nampaknya tidak diakibatkan oleh adanya quercetin. Efek yang bersifat perlindungan dari konsumsi apel mungkin dikarenakan beberapa substansi lain dalam buah atau hanya gaya hidup yang dihubungkan dengan konsumsi apel,” mereka menambahkan. Penemuan Terbaru Menurut laporan dari European Journal of Clinical Nutrition edisi bulan Mei, pria dan wanita yang makan satu apel setiap hari mempunyai risiko lebih rendah terkena stroke daripada mereka yang tidak memakan apel. Para peneliti menganalisa masukan makanan pada lebih dari 9.000 orang sehat baik pria maupun wanita mulai usia 15 tahun. Pria yang makan lebih dari 54 gram apel perhari dan wanita yang makan lebih dari 71 gram apel sehari – atau sekitar satu apel – mempunyai risiko lebih rendah terkena stroke dibanding dengan orang yang memakan apel paling sedikit. “Satu kemungkinan yang spekulatif adalah efek ini datang dari beberapa asam fenolik yang terdapat dalam apel,” penulis utama Paul Knekt dari National Public Health Institute di Helsinki, Finlandia, mengatakan dalam sebuah wawancara. Asam fenolik merupakan kelas dari antioksidan, atau senyawa yang menghilangkan radikal bebas. Molekul yang tidak stabil ini adalah produksi dari metabolisme normal yang menyumbat pembuluh darah dan mengakibatkan perubahan pada DNA yang dapat menimbulkan kanker dan penyakit lain. Meskipun belum jelas mengapa apel nampaknya bisa merendahkan risiko stroke, penulis menduga faktor gaya hidup seperti diet yang baik dan kebiasaan berolahraga, yang mungkin bisa dihubungkan dengan kebiasaan memakan apel, atau senyawa yang menguntungkan dalam buah tersebut, mungkin berperan juga. Berdasarkan penemuan, Knekt menyarankan orang untuk terus pada diet yang kaya buah-buahan dan sayuran, “karena kelihatannya cara ini akan menjaga kita dari penyakit peredaran darah dan beberapa kanker,” katanya. Pada penemuan lain, penderita diabetes dengan konsumsi quercetin yang tinggi tampaknya akan mengalami peningkatan risiko stroke. Para penulis mengatakan bahwa mereka tidak punya penjelasan untuk “penemuan yang tidak diharapkan ini.” Sumber: satumed.com, satunet ________________________________________ Apel Memperlambat Pertumbuhan Kanker Jumat, 01 September 2000 SUATU pengujian di Cornell University telah menunjukkan bahwa zat-zat kimia alami dalam apel dapat memperlambat pertumbuhan tingkat sel-sel kanker usus dan kanker hati pada manusia. Makin kuat konsentrasi ekstrak-ekstrak apel tersebut, maka tingkat reproduksi sel-sel kanker juga makin lambat, demikian laporan para ilmuwan Cornell dalam jurnal Nature di edisi baru-baru ini. Efek anti-kanker terkuat ada dalam ekstrak dari apel yang belum dikupas, karena mengandung lebih banyak antioksidan fitokimiawi. Antioksidan yang relatif banyak ditemukan dalam ekstrak apel dapat membantu menjelaskan mekanisme perlindungan terhadap kanker tersebut. Penelitian ini memang tidak dirancang untuk membuktikan nutrien tertentu apa dalam apel yang dapat melindungi seseorang terhadap kanker atau bagaimana caranya. Oleh karena itu masih terlalu dini untuk mengatakan bahan-bahan apa dalam apel yang menyediakan perlindungan dan bahwa dengan mengkonsumsi buah-buahan dan sayuran yang cukup merupakan cara terbaik untuk memperendah risiko kanker. “Namun,” kata David Ringer, PhD, direktur program ilmiah di American Cancer Society, “karena kita belum mengetahuinya, cara yang paling pasti untuk mendapatkan perlindungan tersebut adalah dengan mengkonsumsi beragam buah-buahan dan sayur-sayuran setiap hari, dan sedikitnya 5 porsi buah dan sayuran setiap hari. Kami mengetahui hal tersebut dari penelitian-penelitian diet yang amat luas.” Manfaat-manfaat kimia ini tidak hanya diperoleh dari apel saja, namun juga ditemukan dalam tanam-tanaman yang langsung dikonsumsi atau langsung digunakan oleh masyarakat. Contohnya adalah fitokimia dalam teh, tampaknya mampu menghalangi pertumbuhan pembuluh darah yang memberi makan sel-sel kanker, demikian menurut riset di Tufts University, Boston. Penelitian Cornell menunjukkan bahwa makanan yang amat banyak tersedia ini dapat menyediakan perlindungan antioksidan melawan kanker. Penelitian tersebut juga berguna untuk mengarahkan pada penelitian di masa depan. Para ilmuwan sedang berada dalam tahap awal pengertian dampak fitokimia pada kesehatan manusia. Sumber: satumed.com, satunet ________________________________________

%d bloggers like this: