Meragukan BMW-Sauber di Grand Prix Spanyol

Meragukan BMW-Sauber di Grand Prix Spanyol

Jangan-Jangan Mantap Salah Langkah

Ferrari dan McLaren-Mercedes bermasalah pada awal musim Formula 1 2009. Tapi, keduanya punya langkah mantap untuk mengatasinya. Tidak demikian halnya dengan BMW-Sauber, yang terancam terus terpuruk minimal sampai tengah musim nanti.

Ulasan AZRUL ANANDA

Awal musim 2009 ini bukanlah awal musim yang ramah untuk tim-tim ”besar” Formula 1. Ferrari bermasalah, McLaren-Mercedes bermasalah, begitu pula dengan BMW-Sauber.

Untuk tim yang disebut terakhir itu, tanda-tandanya tidak sebaik dua yang lain. Ada kemungkinan, mereka telanjur salah langkah menjelang Grand Prix Spanyol, di Sirkuit Barcelona, akhir pekan ini.

Di Barcelona, praktis semua tim memakai upgrade pada mobil masing-masing. Mulai Ferrari sampai Force India-Mercedes. Begitu pula BMW-Sauber. Tapi, upgrade pada BMW F1.09 mungkin tidak semeyakinkan beberapa tim lain.

Mario Theissen, bos tim tersebut, telah mengakui bahwa belum menyiapkan diffuser jenis double-decker untuk GP Spanyol. Selain itu, Theissen bilang timnya akan menanggalkan sistem KERS (kinetic energy recovery system), karena tak yakin sistem itu memberi keuntungan di Barcelona dan lomba-lomba setelahnya.

Tanpa dua komponen tersebut, pantas bila kemampuan BMW-Sauber di Barcelona layak diragukan. Dan jangan-jangan, performa mereka akan terus mengecewakan sampai akhir musim.

Kalau mau diruntut, ada tanda-tanda BMW-Sauber memang sudah salah langkah sejak awal.

Sejak tahun lalu, BMW-Sauber sebenarnya termasuk yang paling dulu menguji KERS. Sayang, aplikasinya tidak konsisten. Pembalap mungil Jerman, Nick Heidfeld, tidak bermasalah memakainya. Namun, Robert Kubica yang lebih tinggi dan berat tak mampu menggunakannya. Beban ekstra Kubica, digabung dengan beban ekstra KERS (sekitar 30 kilogram), membuat balance mobil F1.09 berantakan.

Yang jadi pertanyaan: Kalau BMW termasuk yang pertama mengembangkan KERS, mengapa mereka tidak memikirkan problem bobot Kubica ini sejak awal? Sehingga tidak buang-buang energi seperti sekarang.

Soal double-decker diffuser juga begitu. Pada awal musim, BMW-Sauber termasuk yang paling keras memprotes desain komponen belakang tersebut. Mereka yakin desain yang diprakarsai oleh Brawn-Mercedes, Toyota, dan Williams-Toyota itu ilegal.

Tapi, energi mereka untuk protes mungkin kelebihan. Sebab, ketika FIA memutuskan diffuser tersebut legal, BMW-Sauber ternyata menjadi yang paling lamban untuk mengadopsinya.

McLaren-Mercedes dan Renault termasuk yang paling cepat beradaptasi. Mereka sudah menjajal diffuser baru di Bahrain dua pekan lalu. Ferrari juga sudah menyiapkan diffuser baru untuk Barcelona akhir pekan ini.

BMW-Sauber? Secara terus terang mereka bilang belum punya komponen serupa. Mereka seolah ngotot ingin berjuang dengan rencana awal, belum memastikan kapan bakal mengadopsi diffuser baru itu.

Theissen menjelaskan, pihaknya sudah (telanjur) menyiapkan upgrade Barcelona sejak lama. Perubahan yang disiapkan pun cukup menyeluruh. ”Mulai sayap depan sampai belakang, juga pada bagian sidepod (samping, Red). Bakal ada perkembangan di semua bagian mendetail,” ungkapnya.

Ketika ada keputusan dari FIA soal diffuser (14 April lalu), tampaknya BMW-Sauber tak ingin mengganggu progres natural yang sudah disiapkan itu. ”Paket aerodinamika spek Barcelona sudah lama kami kembangkan. Karena itu, memaksakan double diffuser dalam waktu singkat tidak akan memberi keuntungan apa-apa,” tegas sang bos.

Di satu sisi, sikap keukeuh dan keyakinan BMW-Sauber ini memang layak dipuji. Di sisi lain, jangan-jangan itu menjadi satu lagi ”salah langkah” BMW-Sauber dalam menghadapi musim 2009 ini.

Akhir pekan ini, sikap BMW-Sauber ini bakal terbukti hasilnya di lintasan. Dan Barcelona adalah tempat yang ideal untuk menguji mobil secara menyeluruh, karena sirkuit itu memiliki trek lurus panjang dan berbagai kombinasi tikungan.

Kalau ternyata Heidfeld dan Kubica mampu kompetitif di barisan sepuluh besar, mungkin tim itu bakal ”selamat”. Kalau ternyata masih melorot di barisan belakang seperti di Bahrain, mungkin bakal ada komputer yang dibanting di belakang garasi tim.

Kalau ternyata masih melorot, mungkin sudah terlambat bagi tim ini untuk mengejar ketinggalan. Para pesaing mungkin sudah selangkah (atau dua langkah) di depan.

Untuk sementara, Theissen masih mencoba optimistis. ”Saat ini, pendekatan kami tampaknya terlihat salah. Tapi, kita tunggu dan lihat saja perkembangannya dalam beberapa lomba lagi,” ujarnya.

Ingat, sebelum musim dimulai, BMW-Sauber punya target menjadi penantang perebutan gelar. Melihat situasi saat ini, target itu, tampaknya, sangat sulit dicapai. Malahan, mereka berpeluang lebih besar untuk jadi tim paling mengecewakan di musim 2009 ini. (*)

%d bloggers like this: